Rekomendasi Sepeda Listrik Tiga Roda untuk Sehari-hari

Rekomendasi Sepeda Listrik Tiga Roda untuk Sehari-hari

18 July 2024

Dalam perkembangan kendaraan berbahan bakar listrik, sepeda listrik tiga roda menjadi salah satu yang cukup digemari. Tentunya banyak alasan untuk hal tersebut, beberapa pengguna mungkin menganggap jenis sepeda listrik ini memiliki keunggulan dan kelebihan yang menarik dibandingkan jenis-jenis lainnya.

Alasan Sepeda Listrik Tiga Roda Banyak Digemari

Sepeda listrik tiga roda, atau yang sering disebut e-moped, semakin menjadi perhatian karena kombinasi uniknya antara kenyamanan, keamanan, dan kepraktisan dalam transportasi sehari-hari. E-moped menggabungkan teknologi sepeda listrik dengan stabilitas dan ruang kargo tambahan yang dimiliki oleh sepeda dengan tiga roda.


Berikut adalah beberapa alasan mengapa sepeda listrik dengan tiga roda banyak peminatnya.

1. Stabilitas dan Keamanan

Salah satu keunggulan utama sepeda elektrik dengan tiga roda adalah stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan sepeda dua roda konvensional. Dengan memiliki dua roda di bagian belakang dan satu roda di bagian depan atau sebaliknya, sepeda ini menawarkan basis yang lebih luas untuk menopang pengendara. 


Inilah yang membuatnya lebih mudah dikendalikan, terutama bagi orang yang tidak begitu terbiasa dengan sepeda dua roda atau bagi mereka yang mencari alternatif yang lebih aman.


2. Kenyamanan Penggunaan

Sepeda listrik tiga roda biasanya didesain dengan posisi duduk yang nyaman dan ergonomis. Pengendara dapat duduk dengan posisi yang lebih tegak dan santai, tidak perlu khawatir tentang keseimbangan yang rumit seperti pada sepeda dua roda. 


Posisi mengendara yang nyaman inilah yang membuatnya menjadi pilihan ideal untuk perjalanan jarak jauh atau penggunaan sehari-hari dalam kota. Tentunya tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.

3. Kapasitas Angkut yang Lebih Besar

Bila dibandingkan dengan sepeda dua roda yang biasanya hanya dapat mengangkut satu orang, sepeda elektrik dengan tiga roda umumnya dilengkapi dengan tempat bawaan tambahan. Biasanya dalam bentuk keranjang atau ruang kargo yang lebih besar di bagian depan atau belakang. 


Ini memungkinkan kamu dan pengguna lain untuk membawa barang bawaan lebih banyak. Bahkan bisa juga menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari seperti berbelanja tanpa perlu menggunakan kendaraan lain.

4. Kelebihan dalam Manuver

Meskipun mungkin terlihat besar dan berat, sepeda listrik dengan tiga roda atau e-moped memiliki radius putar yang baik. Fitur inilah yang memungkinkan untuk manuver yang lebih mudah dalam ruang terbatas seperti gang sempit atau area parkir yang padat. Ini membuatnya cocok untuk digunakan di lingkungan perkotaan yang padat atau area dengan aksesibilitas yang terbatas.

5. Pilihan Ideal untuk Berbagai Kebutuhan

Sepeda listrik yang memiliki tiga roda tersedia dalam berbagai model dan jenis, termasuk untuk penggunaan harian, pariwisata. Bahkan bisa juga untuk keperluan mobilitas khusus. Ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal dan fleksibel untuk macam-macam kebutuhan pengguna dari berbagai latar belakang.


6. Ramah Lingkungan dan Ekonomis

Seperti semua kendaraan listrik lainnya, e-moped dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang yang merugikan. Selain itu, biaya operasionalnya juga lebih rendah daripada kendaraan bermotor konvensional, dengan biaya pengisian baterai yang jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar fosil.

Rekomendasi Sepeda Listrik Tiga Roda untuk Penggunaan Sehari-hari

Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, tidak mengherankan jika banyak orang mencari sepeda listrik tiga roda sebagai alternatif yang menarik dan praktis dalam menjawab kebutuhan transportasi pribadi sehari-hari.


Salah satu unit sepeda listrik dengan tiga roda yang sangat direkomendasikan adalah United Photon XP1. Photon XP1 adalah kendaraan ramah lingkungan yang diproduksi oleh UNITED, produsen dalam negeri asli Indonesia, dengan standar kualitas yang tinggi.

Sepeda listrik ini memiliki desain yang trendi dengan tiga roda dan tampilan futuristik. Aman digunakan oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Cocok digunakan untuk mobilitas sehari-hari seperti pergi ke kantor, kampus, atau bersantai di luar.

Motor sepeda listrik ini memiliki United Photon XP1 dilengkapi baterai jenis SLA dengan kapasitas 60 V 20 Ah. Ditambah dengan daya 650 watt. Waktu pengisian baterai penuh untuk United Photon XP1 membutuhkan sekitar 4 hingga 5 jam.

Beberapa keunggulan yang menarik dari sepeda listrik tiga roda United Photon XP1 antara lain: 

  • Nol emisi, tidak menimbulkan asap dan ramah lingkungan.

  • Mampu menempuh jarak hingga sekitar 60 km dengan kondisi baterai penuh.

  • Kecepatan maksimumnya adalah 33 km/jam.

  • Mampu menampung beban hingga 180 kg.

  • Ban menggunakan jenis tubeless Tyres dengan ukuran 3.0 x 8 inci untuk ban depan dan belakang.

  • Sistem pengereman menggunakan jenis Drum Brake untuk rem depan dan belakang.

  • Fitur-fitur unggulan meliputi lock motor, remote alarm, parking mode, dan find vehicle, digital speedometer, rear mirror.

  • Sistem pencahayaan LED digunakan untuk keamanan berkendara di malam hari.

Dengan kombinasi berbagai keunggulan dalam hal stabilitas, kenyamanan, dan efisiensi, sepeda listrik tiga roda atau e-moped menjadi pilihan menarik bagi kamu dan pengguna lain yang mencari alternatif transportasi yang praktis, ramah lingkungan, dan ekonomis. Semakin banyak orang yang memilih e-moped sebagai solusi untuk mobilitas perkotaan modern yang lebih baik.

United adalah produsen sepeda asli dari Indonesia yang sudah beroperasi sejak tahun 1991. United Bike telah berperan sebagai produsen yang menghadirkan berbagai jenis sepeda, termasuk sepeda gunung, Road Bike, BMX, sepeda lipat, serta sepeda touring dan sepeda anak. 

Berdasarkan prinsipnya, United Bike selalu berkomitmen untuk menghadirkan produk inovatif dan ramah lingkungan yang terbaik. Kalau kamu tertarik dengan rekomendasi sepeda listrik tiga roda atau jenis sepeda lainnya, bisa langsung cek pilihan produknya di halaman ini!

Latest News & Event

Jangan Asal Berkendara, Ini Aturan Penggunaan Sepeda Listrik di Indonesia

09 October 2026

Penggunaan sepeda listrik semakin populer sebagai alternatif transportasi untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Kendaraan ini dinilai praktis untuk perjalanan jarak dekat, terutama di kawasan permukiman dan area tertentu.Berbeda dengan sepeda biasa maupun sepeda motor listrik, sepeda listrik memiliki ketentuan penggunaan tersendiri. Pemerintah telah mengatur aspek keselamatan, persyaratan pengendara, hingga lokasi yang diperbolehkan untuk mengoperasikannya melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.Lantas, apa saja aturan yang perlu diketahui sebelum menggunakan sepeda listrik, dan apakah pengendaranya bisa ditilang oleh polisi?1. Sepeda Listrik Tidak Bisa Digunakan di Semua JalanBerdasarkan Permenhub Nomor 45 Tahun 2020, sepeda listrik dapat digunakan di jalur khusus sepeda dan kawasan tertentu, seperti kawasan permukiman, kawasan wisata, area perkantoran, serta area car free day.Pengguna juga perlu memperhatikan ketentuan penggunaan sepeda listrik di area sekitar angkutan umum massal. Karena itu, penting untuk memastikan lokasi yang dilalui sesuai dengan aturan dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.2. Pengendara Wajib Menggunakan HelmKeselamatan menjadi aspek penting saat mengendarai sepeda listrik. Setiap pengendara wajib menggunakan helm untuk memberikan perlindungan selama perjalanan.Selain itu, pengendara perlu menjaga konsentrasi, mengendalikan kendaraan dengan baik, serta memperhatikan keberadaan pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.3. Ada Batas Usia bagi Pengguna Sepeda ListrikPengendara sepeda listrik harus berusia minimal 12 tahun. Sementara itu, pengguna berusia 12 hingga 15 tahun wajib didampingi oleh orang dewasa.Ketentuan ini bertujuan membantu memastikan pengendara memiliki pengawasan yang memadai ketika menggunakan kendaraan listrik di lingkungan sekitarnya.4. Kecepatan Maksimal 25 Km/JamSepeda listrik yang diatur dalam Permenhub Nomor 45 Tahun 2020 memiliki batas kecepatan maksimal 25 km/jam. Pengguna juga tidak diperbolehkan memodifikasi daya motor untuk meningkatkan kecepatan kendaraan.Mematuhi batas kecepatan membantu pengendara mempertahankan kendali, terutama ketika melintas di area yang ramai atau digunakan bersama pejalan kaki.5. Tidak Boleh Membawa Penumpang SembaranganSepeda listrik hanya boleh membawa penumpang apabila dilengkapi tempat duduk khusus untuk penumpang. Membawa penumpang pada kendaraan yang tidak dirancang untuk itu dapat mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko kecelakaan.Oleh karena itu, gunakan sepeda listrik sesuai desain dan peruntukannya.Apakah Pengguna Sepeda Listrik Bisa Ditilang Polisi?Pengguna sepeda listrik tetap perlu mematuhi peraturan dan berada dalam pengawasan petugas. Pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dapat memicu teguran atau tindakan sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.Namun, mekanisme penindakannya tidak serta-merta sama dengan tilang untuk sepeda motor atau mobil. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menganggap sepeda listrik bebas dari aturan lalu lintas maupun kewajiban keselamatan.KesimpulanSepeda listrik menawarkan kemudahan untuk mendukung mobilitas jarak dekat. Namun, penggunaannya tetap memiliki sejumlah ketentuan, mulai dari lokasi operasional, batas usia pengendara, kewajiban menggunakan helm, batas kecepatan, hingga kelengkapan kendaraan.Dengan memahami dan mematuhi aturan tersebut, pengguna dapat berkendara secara lebih aman, tertib, dan bertanggung jawab.

6 Tips Bersepeda agar Tidak Mudah Lelah

05 October 2026

Dengan semakin meningkatnya tren hidup sehat, bersepeda menjadi salah satu olahraga yang kembali diminati. Selain dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan otot, bersepeda juga bisa menjadi pilihan olahraga untuk mengisi waktu luang.Bagi mereka yang baru mulai menekuni, bersepeda dalam jarak atau durasi yang cukup lama dapat membuat tubuh cepat lelah. Kondisi tersebut bisa terjadi karena kurangnya persiapan, posisi tubuh yang kurang tepat, hingga penggunaan tenaga yang tidak efisien.Ikuti tips ini supaya tubuh tidak mudah lelah ketika harus bersepeda dengan jarak dan durasi yang lama.1. Pastikan Kondisi Tubuh dalam Keadaan PrimaSebelum mulai bersepeda, pastikan tubuh berada dalam kondisi fit. Jangan memaksakan diri untuk menempuh jarak jauh ketika tubuh sedang kurang sehat atau kelelahan.Persiapkan energi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan mudah dicerna sebelum bersepeda. Asupan makanan dapat membantu menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh selama mengayuh. Jika perjalanan cukup panjang, jangan lupa membawa bekal makanan atau camilan yang dapat dikonsumsi ketika mulai merasa lapar.2. Atur Posisi Tubuh dan Pastikan Sepeda NyamanPosisi tubuh yang kurang tepat dapat membuat tenaga lebih cepat terkuras. Karena itu, sesuaikan posisi sadel dan stang dengan ukuran tubuh agar posisi saat mengayuh terasa nyaman.Hindari mempertahankan satu posisi tubuh dalam waktu terlalu lama. Sesekali ubah posisi agar beberapa bagian tubuh tidak terus-menerus menerima tekanan.Kenyamanan sepeda juga penting. Pastikan sadel tidak terlalu tinggi atau rendah dan pilih perlengkapan yang sesuai. Pakaian yang nyaman serta mampu menyerap keringat juga dapat membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.3. Lakukan Pemanasan dan Pilih Rute yang SesuaiSebelum mulai mengayuh, lakukan pemanasan ringan untuk membantu mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik. Setelah selesai bersepeda, lakukan pendinginan agar tubuh dapat kembali secara bertahap.Pemilihan rute juga perlu diperhatikan. Bagi pemula, sebaiknya pilih jalur yang relatif aman, tidak terlalu ramai, dan memiliki permukaan jalan yang baik. Hindari memaksakan diri melewati rute dengan tanjakan atau medan berat jika kondisi fisik belum terbiasa.Selain membuat perjalanan lebih aman, rute yang sesuai kemampuan juga membantu menjaga energi sehingga tubuh tidak cepat lelah.4. Gunakan Gigi Sepeda Sesuai Kondisi JalanPenggunaan gigi sepeda yang tepat dapat membantu menghemat tenaga. Sesuaikan tingkat gigi dengan medan yang sedang dilalui.Ketika melewati tanjakan, gunakan gigi yang lebih ringan sehingga kayuhan terasa lebih mudah. Sementara itu, pada jalan yang datar atau kondisi yang memungkinkan, gigi dapat disesuaikan agar kayuhan tetap efisien.Jangan menunggu sampai tenaga benar-benar habis untuk mengganti gigi. Antisipasi perubahan medan sejak awal agar kayuhan tetap nyaman.5. Atur Pernapasan, Ritme Kecepatan dan Berikan Waktu untuk BeristirahatKesalahan yang sering dilakukan pesepeda, terutama pemula, adalah langsung mengayuh dengan kecepatan tinggi sejak awal. Cara tersebut justru dapat membuat energi cepat terkuras dan pernapasan menjadi tidak teraturSebaiknya mulai dengan kecepatan ringan dan tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh. Pertahankan napas dengan ritme yang stabil, terutama ketika melewati jalan menanjak atau saat intensitas kayuhan meningkat.Jika tubuh mulai terasa terlalu lelah, jangan ragu untuk berhenti sejenak. Manfaatkan waktu tersebut untuk minum, mengatur napas, dan memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan perjalanan.Istirahat singkat lebih baik daripada memaksakan diri hingga tubuh benar-benar kehabisan tenaga.6. Jaga Asupan CairanBersepeda membuat tubuh mengeluarkan keringat sehingga cairan perlu diganti secara berkala. Karena itu, selalu bawa air minum ketika bersepeda, terutama jika perjalanan berlangsung cukup lama.Minumlah secara berkala dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus. Tubuh yang kekurangan cairan dapat membuat aktivitas terasa lebih berat dan menyebabkan stamina menurun.Selain mencukupi kebutuhan cairan, pilih makanan atau minuman yang sesuai dengan durasi dan intensitas aktivitas agar kebutuhan energi tetap terjaga.KesimpulanBersepeda tidak harus selalu dilakukan dengan kecepatan tinggi atau menempuh jarak yang jauh. Hal yang lebih penting adalah mengetahui kemampuan tubuh dan menggunakan tenaga secara efisien.Dengan menjaga kondisi tubuh, mengatur posisi bersepeda, mempertahankan ritme kayuhan, menggunakan gigi yang sesuai, mencukupi kebutuhan cairan, mengatur napas serta beristirahat ketika diperlukan, aktivitas bersepeda dapat terasa lebih nyaman.Jadi, jangan hanya mengejar jarak atau kecepatan. Nikmati perjalanan dan sesuaikan intensitas bersepeda dengan kemampuan tubuh agar olahraga tetap menyenangkan tanpa membuat tubuh cepat kehabisan tenaga.

Sepeda Trifold vs Bifold: Apa Perbedaannya?

02 October 2026

Sepeda lipat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas sehari-hari. Selain mudah dibawa dan disimpan, sepeda lipat juga dapat disimpan di ruang terbatas. Namun, sepeda lipat memiliki beberapa jenis mekanisme pelipatan, di antaranya bifold dan trifold.Keduanya sama-sama menawarkan kepraktisan, tetapi memiliki perbedaan pada jumlah titik lipatan, ukuran saat dilipat, hingga cara penggunaannya. Lantas, apa perbedaan sepeda bifold dan trifold?Sepeda BifoldSesuai namanya, bifold merupakan sepeda yang menggunakan mekanisme pelipatan pada dua bagian utama. Umumnya, rangka sepeda dilipat menjadi dua dengan bantuan engsel pada bagian tengah frame, sementara setang juga dapat dilipat pada bagian tertentu. Saat dilipat, sepeda bifold biasanya masih memiliki ukuran yang cukup besar dibandingkan sepeda dengan sistem lipatan yang lebih kompleks. Namun jumlah lipatan yang lebih sedikit membuat proses melipat dan membuka sepeda relatif sederhana.Secara dimensi dalam kondisi unfold, sepeda dengan dua lipatan cenderung memiliki dimensi yang lebih kecil dan ringkasSepeda TrifoldBerbeda dengan bifold, trifold memiliki mekanisme pelipatan pada tiga bagian. Selain bagian tengah frame, bagian belakang sepeda umumnya juga dapat dilipat ke arah tertentu sehingga menghasilkan bentuk yang lebih ringkas. Namun, mekanisme pelipatannya biasanya lebih kompleks dibandingkan bifold. Pengguna perlu memahami urutan dan mekanisme penguncian setiap bagian agar sepeda dapat dilipat dan digunakan dengan benar. Selain itu sepeda trifold biasanya dilengkapi dengan roda tambahan pada bagian rack belakang dekat dengan roda belakang, untuk memudahkan pesepeda dalam membawa sepedanya dalam kondisi terlipatSecara dimensi dalam kondisi unfold, sepeda dengan tiga lipatan cenderung memiliki dimensi yang lebih besar jadi terkesan lebih cocok untuk pesepeda dengan badan yang lebih besar.Perbedaan Bifold dan TrifoldSecara sederhana, perbedaan keduanya dapat dilihat dari mekanisme dan kebutuhan pengguna.FiturSepeda Bifold (Dua Lipatan) Sepeda Trifold (Tiga Lipatan) Cara Melipat Ban belakang dilipat ke bawah rangka, lalu rangka tengah dilipat. Rangka utama langsung dilipat menjadi dua bagian di bagian tengah.Ukuran saat dilipatLebih lebar dan memanjang, cenderung lebih memakan ruang. Sangat ringkas dan berbentuk kotak. Sangat hemat tempat. Mobilitas Lewat Dorong Kurang stabil atau lebih sulit didorong saat kondisi terlipat sempurna. Dilengkapi roda kecil (easy wheel) sehingga bisa didorong seperti koper saat dilipat. Sistem Transmisi (Gigi) Umumnya memakai Internal Gear Hub (internal hub) agar posisi rantai tetap rapi saat dilipat ketat. Biasanya memakai komponen eksternal (Derailleur & Cassette) standar sepeda pada umumnya. Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Anda?Jika sepeda lebih sering digunakan untuk bersepeda langsung dari rumah ke tujuan dan hanya sesekali dilipat untuk disimpan, bifold dapat menjadi pilihan yang praktis. Mekanisme yang relatif sederhana juga membuat proses melipat dan membuka sepeda lebih mudah.Sementara itu, jika sepeda sering dibawa menggunakan mobil, transportasi umum, atau disimpan di ruangan yang terbatas, trifold dapat menjadi pilihan karena dimensinya yang cenderung lebih ringkas saat dilipat.Baik bifold maupun trifold memiliki keunggulannya masing-masing. Dengan memahami perbedaannya, pengguna dapat memilih sepeda lipat yang paling sesuai dengan pola mobilitas dan aktivitas sehari-hari.