Pemenang Draw Cycling Challenge Resmi Diumumkan! Cek Nama Kalian Sekarang!

Pemenang Draw Cycling Challenge Resmi Diumumkan! Cek Nama Kalian Sekarang!

01 September 2026

Kabar gembira bagi para peserta Draw Cycling Challenge! Ajang bersepeda yang mengusung semangat “Ride Your Route, Draw the Spirit!” ini telah memasuki momen pengumuman pemenang.

Diselenggarakan dalam rangka HUT ke-21 B2W Indonesia, Draw Cycling Challenge menjadi bagian dari kampanye yang mengajak masyarakat untuk semakin aktif bersepeda sekaligus menikmati perjalanan dengan cara yang menyenangkan.

Tiga pemenang terpilih berhak mendapatkan hadiah berupa sepeda United Soloist 01 untuk setiap peserta. Sepuluh peserta terpilih akan mendapatkan T-shirt edisi spesial ulang tahun ke-21 dari Bike to Work Indonesia. Cek nama kalian di daftar pemenang berikut ini.



Draw Cycling Challenge bukan sekadar ajang mendapatkan hadiah. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk merayakan semangat komunitas pesepeda dan mendorong gaya hidup yang lebih aktif. 

Selamat kepada seluruh pemenang Draw Cycling Challenge! Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah ikut meramaikan kegiatan dalam rangka HUT ke-21 B2W Indonesia. Semoga semangat bersepeda terus tumbuh dan semakin banyak masyarakat memilih sepeda sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. 

Latest News & Event

Dela Anjar Wulan Raih Kemenangan di Asia Continental Series 2026

24 August 2026

Setelah sebelumnya menjadi National Champion untuk kategori XCE (Cross-Country Eliminator) 2026, salah satu atlet binaan United Bike Kencana, Dela Anjar Wulan berangkat ke Malaysia untuk berlomba di ajang Asia Continental Series 2026. Tidak tanggung-tanggung, salah satu atlet mountain bike kebanggaan Indonesia ini kembali menorehkan prestasi di kancah internasionalDela Anjar Wulan berhasil meraih kemenangan pada kategori XCE (Cross-Country Eliminator) dalam ajang Siol International Mountain Bike Series 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Asia Continental Series 2026 di Sarawak, Malaysia.Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Dela sekaligus menunjukkan kemampuan atlet mountain bike Indonesia untuk bersaing di level Asia.Membawa Semangat Atlet Indonesia ke Level AsiaAjang Asia Continental Series 2026 menjadi salah satu kesempatan bagi para atlet mountain bike untuk mengukur kemampuan menghadapi pembalap dari berbagai negara di Asia. Bagi Dela, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membawa nama Indonesia semakin dikenal dalam dunia mountain bike.Dela Anjar Wulan mampu menunjukkan performa terbaiknya sepanjang perlombaan. Kecepatan, teknik, serta konsistensinya menjadi modal penting untuk menghadapi para pesaing hingga akhirnya berhasil mengamankan posisi teratas. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan atlet Indonesia tidak hanya mampu bersaing di level nasional, tetapi juga memiliki potensi untuk tampil kompetitif di panggung internasional. Selamat kepada Dela Anjar Wulan! Terus mengharumkan nama Indonesia

Hardtail vs Full Suspension: Mana yang Lebih Cocok Untukmu?

24 August 2026

Bagi pesepeda yang senang untuk berpetualang di alam seperti melibas jalan berbatu, tanah, dan jalan pegunungan yang tidak bisa diprediksi, sepeda Mountain Bike menjadi pilihan favorit. Sepeda MTB didesain dengan rangka yang lebih kokoh dan ban lebar untuk memberi kenyamanan dan kendali presisi ketika berpetualang. Namun, tidak semua sepeda MTB memiliki karakter yang sama. Salah satu yang menjadi pertimbangan ketika memilih sepeda MTB adalah sistem suspensi. Dua pilihan paling umum adalah hardtail atau full suspension. Keduanya memiliki karakteristik, keunggulan dan peruntukan yang berbeda.Lalu mana yang lebih cocok untuk gaya bersepedamu?MTB HardtailHardtail adalah sepeda gunung yang hanya memiliki suspensi di bagian depan atau fork. Bagian belakang tidak menggunakan suspensi sehingga tenaga dari kayuhan dapat disalurkan secara lebih langsung ke roda belakang. Salah satu keunggulan hardtail adalah bobotnya yang cenderung lebih ringan dan konstruksinya lebih sederhana. Perawatan juga relatif lebih mudah karena tidak memiliki rear shock dan sistem linkage pada bagian belakang.Selain itu, hardtail biasanya menawarkan efisiensi kayuhan yang baik. Ketika melewati jalan menanjak atau permukaan yang relatif rata, tenaga yang diberikan ke pedal dapat terasa lebih responsif.MTB Full SuspensionBerbeda dengan hardtail, full suspension memiliki suspensi di bagian depan dan belakang. Sistem ini dirancang untuk memberikan kontrol dan kenyamanan lebih baik ketika sepeda melewati medan yang tidak rata.Suspensi belakang membantu roda tetap mengikuti kontur permukaan tanah sekaligus meredam benturan. Hasilnya, sepeda terasa lebih stabil ketika melewati jalur berbatu, akar, drop, maupun turunan teknikal.Kelemhananya, sistem suspensi ganda ini membuat bobot sepeda lebih berat dibanding tipe hardtail. Perawatannya juga lebih kompleks dengan biaya servis yang lebih tinggi. Pengendara juga perlu menyesuaikan kapan suspensi belakang dibuka ataupun ditutup.Hardtail atau Full Suspension? Mana yang Lebih Baik?Jika aktivitasmu lebih banyak dilakukan di jalur XC, jalan perkotaan, atau trek dengan medan yang tidak terlalu ekstrem, hardtail bisa menjadi pilihan yang praktis. Sepeda ini menawarkan kombinasi bobot ringan, efisiensi, dan perawatan yang relatif mudah.Sementara itu, jika kamu lebih sering bermain di jalur trail dengan banyak bebatuan, akar, turunan, dan medan teknikal, full suspension menawarkan kontrol dan kenyamanan yang lebih baik.Pada akhirnya, tidak ada yang benar-benar lebih baik di antara keduanya. Hardtail dan full suspension dibuat untuk kebutuhan yang berbeda. Pilihan terbaik adalah sepeda yang sesuai dengan medan yang paling sering kamu lalui, gaya berkendara, serta pengalamanmu sebagai rider.