Clovis 3.0V: MTB XC untuk Taklukkan Beragam Medan

Clovis 3.0V: MTB XC untuk Taklukkan Beragam Medan

13 October 2026

United Bike menghadirkan Clovis 3.0V sebagai evolusi dari seri sebelumnya. Mengusung karakter sepeda gunung cross-country (XC), model ini menawarkan kombinasi frame alloy, suspensi depan 120 mm, dan sistem transmisi Shimano 3x9 speed untuk mendukung pengalaman bersepeda di berbagai medan.

Mengusung slogan “Conquer Every Trail. Unleash Your Instinct.”, United Clovis 3.0V dirancang untuk menemani pesepeda menghadapi jalur yang beragam, mulai dari lintasan harian hingga jalur off-road dengan permukaan yang tidak selalu rata.

Sebagai bagian dari lini MTB XC United Bike, Clovis 3.0V menggabungkan karakter yang fungsional dengan komponen yang dirancang untuk menunjang kendali dan kenyamanan saat bersepeda.

Dirancang untuk Menghadapi Beragam Medan

Sebagai MTB dengan karakter XC, United Clovis 3.0V menggunakan frame alloy dengan ukuran roda 27,5 inci. Konfigurasi ini menjadi dasar bagi sepeda yang ditujukan untuk penggunaan di lintasan dengan karakter permukaan yang beragam.

Pada bagian depan, Clovis 3.0V mengandalkan fork Suntour XCM32 dengan travel 120 mm. Suspensi ini membantu menyerap benturan ketika melewati permukaan tidak rata, memberikan dukungan bagi pesepeda saat menghadapi jalur berbatu maupun lintasan tanah.

Karakter tersebut diperkuat dengan penggunaan ban Maxxis Ardent berukuran 27,5 x 2,25 inci. Kombinasi ini melengkapi kebutuhan traksi dan kendali yang penting dalam aktivitas bersepeda gunung.

Transmisi Shimano untuk Fleksibilitas Kayuhan

Menghadapi jalur dengan elevasi yang berubah-ubah membutuhkan pilihan rasio gigi yang sesuai. Untuk kebutuhan tersebut, United Clovis 3.0V menggunakan sistem transmisi Shimano 3x9 speed.

Konfigurasi ini memadukan shifter Shimano Altus SL-M2010, rear derailleur Shimano Altus RD-M370SGS, dan front derailleur Shimano Acera FD-M3000. Sementara itu, crankset dengan kombinasi chainring 22/30/40T dipasangkan dengan cassette 12–36T.

Dengan tiga pilihan chainring di depan dan sembilan sprocket di belakang, pesepeda dapat menyesuaikan rasio kayuhan berdasarkan kondisi lintasan. Pengaturan ini memberikan fleksibilitas saat menghadapi tanjakan, menjaga ritme di jalur datar, maupun menyesuaikan kayuhan ketika kondisi medan berubah.

Geometri Sepeda



Clovis 3.0V, Siap Taklukan Beragam Medan

Melalui Clovis 3.0V, United Bike menghadirkan MTB XC dengan kombinasi komponen yang berfokus pada kebutuhan bersepeda lintas medan. Suspensi Suntour dengan travel 120 mm, transmisi Shimano 3x9 speed, dan rem hidrolik Shimano menjadi bagian utama dari konfigurasi sepeda ini.

Bagi pesepeda yang mencari sepeda gunung untuk menemani perjalanan berikutnya, United Clovis 3.0V hadir dengan satu semangat: menghadapi setiap jalur dan menikmati setiap kayuhan.


Latest News & Event

Clovis 3.0V: MTB XC untuk Taklukkan Beragam Medan

13 October 2026

United Bike menghadirkan Clovis 3.0V sebagai evolusi dari seri sebelumnya. Mengusung karakter sepeda gunung cross-country (XC), model ini menawarkan kombinasi frame alloy, suspensi depan 120 mm, dan sistem transmisi Shimano 3x9 speed untuk mendukung pengalaman bersepeda di berbagai medan.Mengusung slogan “Conquer Every Trail. Unleash Your Instinct.”, United Clovis 3.0V dirancang untuk menemani pesepeda menghadapi jalur yang beragam, mulai dari lintasan harian hingga jalur off-road dengan permukaan yang tidak selalu rata.Sebagai bagian dari lini MTB XC United Bike, Clovis 3.0V menggabungkan karakter yang fungsional dengan komponen yang dirancang untuk menunjang kendali dan kenyamanan saat bersepeda.Dirancang untuk Menghadapi Beragam MedanSebagai MTB dengan karakter XC, United Clovis 3.0V menggunakan frame alloy dengan ukuran roda 27,5 inci. Konfigurasi ini menjadi dasar bagi sepeda yang ditujukan untuk penggunaan di lintasan dengan karakter permukaan yang beragam.Pada bagian depan, Clovis 3.0V mengandalkan fork Suntour XCM32 dengan travel 120 mm. Suspensi ini membantu menyerap benturan ketika melewati permukaan tidak rata, memberikan dukungan bagi pesepeda saat menghadapi jalur berbatu maupun lintasan tanah.Karakter tersebut diperkuat dengan penggunaan ban Maxxis Ardent berukuran 27,5 x 2,25 inci. Kombinasi ini melengkapi kebutuhan traksi dan kendali yang penting dalam aktivitas bersepeda gunung.Transmisi Shimano untuk Fleksibilitas KayuhanMenghadapi jalur dengan elevasi yang berubah-ubah membutuhkan pilihan rasio gigi yang sesuai. Untuk kebutuhan tersebut, United Clovis 3.0V menggunakan sistem transmisi Shimano 3x9 speed.Konfigurasi ini memadukan shifter Shimano Altus SL-M2010, rear derailleur Shimano Altus RD-M370SGS, dan front derailleur Shimano Acera FD-M3000. Sementara itu, crankset dengan kombinasi chainring 22/30/40T dipasangkan dengan cassette 12–36T.Dengan tiga pilihan chainring di depan dan sembilan sprocket di belakang, pesepeda dapat menyesuaikan rasio kayuhan berdasarkan kondisi lintasan. Pengaturan ini memberikan fleksibilitas saat menghadapi tanjakan, menjaga ritme di jalur datar, maupun menyesuaikan kayuhan ketika kondisi medan berubah.Geometri SepedaClovis 3.0V, Siap Taklukan Beragam MedanMelalui Clovis 3.0V, United Bike menghadirkan MTB XC dengan kombinasi komponen yang berfokus pada kebutuhan bersepeda lintas medan. Suspensi Suntour dengan travel 120 mm, transmisi Shimano 3x9 speed, dan rem hidrolik Shimano menjadi bagian utama dari konfigurasi sepeda ini.Bagi pesepeda yang mencari sepeda gunung untuk menemani perjalanan berikutnya, United Clovis 3.0V hadir dengan satu semangat: menghadapi setiap jalur dan menikmati setiap kayuhan.

Jangan Asal Berkendara, Ini Aturan Penggunaan Sepeda Listrik di Indonesia

09 October 2026

Penggunaan sepeda listrik semakin populer sebagai alternatif transportasi untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Kendaraan ini dinilai praktis untuk perjalanan jarak dekat, terutama di kawasan permukiman dan area tertentu.Berbeda dengan sepeda biasa maupun sepeda motor listrik, sepeda listrik memiliki ketentuan penggunaan tersendiri. Pemerintah telah mengatur aspek keselamatan, persyaratan pengendara, hingga lokasi yang diperbolehkan untuk mengoperasikannya melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.Lantas, apa saja aturan yang perlu diketahui sebelum menggunakan sepeda listrik, dan apakah pengendaranya bisa ditilang oleh polisi?1. Sepeda Listrik Tidak Bisa Digunakan di Semua JalanBerdasarkan Permenhub Nomor 45 Tahun 2020, sepeda listrik dapat digunakan di jalur khusus sepeda dan kawasan tertentu, seperti kawasan permukiman, kawasan wisata, area perkantoran, serta area car free day.Pengguna juga perlu memperhatikan ketentuan penggunaan sepeda listrik di area sekitar angkutan umum massal. Karena itu, penting untuk memastikan lokasi yang dilalui sesuai dengan aturan dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.2. Pengendara Wajib Menggunakan HelmKeselamatan menjadi aspek penting saat mengendarai sepeda listrik. Setiap pengendara wajib menggunakan helm untuk memberikan perlindungan selama perjalanan.Selain itu, pengendara perlu menjaga konsentrasi, mengendalikan kendaraan dengan baik, serta memperhatikan keberadaan pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.3. Ada Batas Usia bagi Pengguna Sepeda ListrikPengendara sepeda listrik harus berusia minimal 12 tahun. Sementara itu, pengguna berusia 12 hingga 15 tahun wajib didampingi oleh orang dewasa.Ketentuan ini bertujuan membantu memastikan pengendara memiliki pengawasan yang memadai ketika menggunakan kendaraan listrik di lingkungan sekitarnya.4. Kecepatan Maksimal 25 Km/JamSepeda listrik yang diatur dalam Permenhub Nomor 45 Tahun 2020 memiliki batas kecepatan maksimal 25 km/jam. Pengguna juga tidak diperbolehkan memodifikasi daya motor untuk meningkatkan kecepatan kendaraan.Mematuhi batas kecepatan membantu pengendara mempertahankan kendali, terutama ketika melintas di area yang ramai atau digunakan bersama pejalan kaki.5. Tidak Boleh Membawa Penumpang SembaranganSepeda listrik hanya boleh membawa penumpang apabila dilengkapi tempat duduk khusus untuk penumpang. Membawa penumpang pada kendaraan yang tidak dirancang untuk itu dapat mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko kecelakaan.Oleh karena itu, gunakan sepeda listrik sesuai desain dan peruntukannya.Apakah Pengguna Sepeda Listrik Bisa Ditilang Polisi?Pengguna sepeda listrik tetap perlu mematuhi peraturan dan berada dalam pengawasan petugas. Pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dapat memicu teguran atau tindakan sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.Namun, mekanisme penindakannya tidak serta-merta sama dengan tilang untuk sepeda motor atau mobil. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menganggap sepeda listrik bebas dari aturan lalu lintas maupun kewajiban keselamatan.KesimpulanSepeda listrik menawarkan kemudahan untuk mendukung mobilitas jarak dekat. Namun, penggunaannya tetap memiliki sejumlah ketentuan, mulai dari lokasi operasional, batas usia pengendara, kewajiban menggunakan helm, batas kecepatan, hingga kelengkapan kendaraan.Dengan memahami dan mematuhi aturan tersebut, pengguna dapat berkendara secara lebih aman, tertib, dan bertanggung jawab.

6 Tips Bersepeda agar Tidak Mudah Lelah

05 October 2026

Dengan semakin meningkatnya tren hidup sehat, bersepeda menjadi salah satu olahraga yang kembali diminati. Selain dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan otot, bersepeda juga bisa menjadi pilihan olahraga untuk mengisi waktu luang.Bagi mereka yang baru mulai menekuni, bersepeda dalam jarak atau durasi yang cukup lama dapat membuat tubuh cepat lelah. Kondisi tersebut bisa terjadi karena kurangnya persiapan, posisi tubuh yang kurang tepat, hingga penggunaan tenaga yang tidak efisien.Ikuti tips ini supaya tubuh tidak mudah lelah ketika harus bersepeda dengan jarak dan durasi yang lama.1. Pastikan Kondisi Tubuh dalam Keadaan PrimaSebelum mulai bersepeda, pastikan tubuh berada dalam kondisi fit. Jangan memaksakan diri untuk menempuh jarak jauh ketika tubuh sedang kurang sehat atau kelelahan.Persiapkan energi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan mudah dicerna sebelum bersepeda. Asupan makanan dapat membantu menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh selama mengayuh. Jika perjalanan cukup panjang, jangan lupa membawa bekal makanan atau camilan yang dapat dikonsumsi ketika mulai merasa lapar.2. Atur Posisi Tubuh dan Pastikan Sepeda NyamanPosisi tubuh yang kurang tepat dapat membuat tenaga lebih cepat terkuras. Karena itu, sesuaikan posisi sadel dan stang dengan ukuran tubuh agar posisi saat mengayuh terasa nyaman.Hindari mempertahankan satu posisi tubuh dalam waktu terlalu lama. Sesekali ubah posisi agar beberapa bagian tubuh tidak terus-menerus menerima tekanan.Kenyamanan sepeda juga penting. Pastikan sadel tidak terlalu tinggi atau rendah dan pilih perlengkapan yang sesuai. Pakaian yang nyaman serta mampu menyerap keringat juga dapat membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.3. Lakukan Pemanasan dan Pilih Rute yang SesuaiSebelum mulai mengayuh, lakukan pemanasan ringan untuk membantu mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik. Setelah selesai bersepeda, lakukan pendinginan agar tubuh dapat kembali secara bertahap.Pemilihan rute juga perlu diperhatikan. Bagi pemula, sebaiknya pilih jalur yang relatif aman, tidak terlalu ramai, dan memiliki permukaan jalan yang baik. Hindari memaksakan diri melewati rute dengan tanjakan atau medan berat jika kondisi fisik belum terbiasa.Selain membuat perjalanan lebih aman, rute yang sesuai kemampuan juga membantu menjaga energi sehingga tubuh tidak cepat lelah.4. Gunakan Gigi Sepeda Sesuai Kondisi JalanPenggunaan gigi sepeda yang tepat dapat membantu menghemat tenaga. Sesuaikan tingkat gigi dengan medan yang sedang dilalui.Ketika melewati tanjakan, gunakan gigi yang lebih ringan sehingga kayuhan terasa lebih mudah. Sementara itu, pada jalan yang datar atau kondisi yang memungkinkan, gigi dapat disesuaikan agar kayuhan tetap efisien.Jangan menunggu sampai tenaga benar-benar habis untuk mengganti gigi. Antisipasi perubahan medan sejak awal agar kayuhan tetap nyaman.5. Atur Pernapasan, Ritme Kecepatan dan Berikan Waktu untuk BeristirahatKesalahan yang sering dilakukan pesepeda, terutama pemula, adalah langsung mengayuh dengan kecepatan tinggi sejak awal. Cara tersebut justru dapat membuat energi cepat terkuras dan pernapasan menjadi tidak teraturSebaiknya mulai dengan kecepatan ringan dan tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh. Pertahankan napas dengan ritme yang stabil, terutama ketika melewati jalan menanjak atau saat intensitas kayuhan meningkat.Jika tubuh mulai terasa terlalu lelah, jangan ragu untuk berhenti sejenak. Manfaatkan waktu tersebut untuk minum, mengatur napas, dan memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan perjalanan.Istirahat singkat lebih baik daripada memaksakan diri hingga tubuh benar-benar kehabisan tenaga.6. Jaga Asupan CairanBersepeda membuat tubuh mengeluarkan keringat sehingga cairan perlu diganti secara berkala. Karena itu, selalu bawa air minum ketika bersepeda, terutama jika perjalanan berlangsung cukup lama.Minumlah secara berkala dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus. Tubuh yang kekurangan cairan dapat membuat aktivitas terasa lebih berat dan menyebabkan stamina menurun.Selain mencukupi kebutuhan cairan, pilih makanan atau minuman yang sesuai dengan durasi dan intensitas aktivitas agar kebutuhan energi tetap terjaga.KesimpulanBersepeda tidak harus selalu dilakukan dengan kecepatan tinggi atau menempuh jarak yang jauh. Hal yang lebih penting adalah mengetahui kemampuan tubuh dan menggunakan tenaga secara efisien.Dengan menjaga kondisi tubuh, mengatur posisi bersepeda, mempertahankan ritme kayuhan, menggunakan gigi yang sesuai, mencukupi kebutuhan cairan, mengatur napas serta beristirahat ketika diperlukan, aktivitas bersepeda dapat terasa lebih nyaman.Jadi, jangan hanya mengejar jarak atau kecepatan. Nikmati perjalanan dan sesuaikan intensitas bersepeda dengan kemampuan tubuh agar olahraga tetap menyenangkan tanpa membuat tubuh cepat kehabisan tenaga.